![]() |
| Foto : Nur Yanti Pangloli S.Pi, M.Sc |
Cctv86News ---- Di sebuah kota kecil bernama Messawa, Kabupaten Mamasa, lahirlah seorang anak petani yang sederhana. Namanya Nur Yanti Pangloli, putri bungsu dari pasangan Daud Pangloli dan Sugiati. Hidup dalam keluarga yang serba pas-pasan tak pernah membuatnya merasa kurang. Justru, dari tanah Mamasa yang subur dan kerja keras orang tuanya di ladang, ia belajar arti perjuangan dan harapan.
Kini, nama Nur Yanti bergema jauh hingga ke Eropa. Ia berhasil menorehkan prestasi membanggakan: meraih gelar Double Degree Master of Science (M.Sc) dari dua universitas ternama dunia, yakni Ghent University (UGent) di Belgia dan Wageningen University (WUR) di Belanda, dengan predikat magna cum laude dan IPK 3,79.
๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐ธ ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ถ๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป: ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ ๐ฒ๐๐๐ฎ๐๐ฎ ๐ธ๐ฒ ๐๐๐ป๐ถ๐ฎ
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN 001 Messawa, lalu berlanjut ke SMP Katolik Messawa. Sejak masa sekolah dasar, Yanti sudah menunjukkan minat pada kegiatan organisasi. Ia aktif di Pramuka dan pernah merasakan pengalaman berharga mengikuti Jambore Pramuka di Lombonan, Kabupaten Mamasa saat duduk di bangku SMP. Kegiatan itu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus jiwa kepemimpinan, modal penting yang terus terbawa hingga ke jenjang berikutnya.
Masa remaja membawanya ke Makassar, menempuh pendidikan di SMA Negeri 04 Makassar, hingga akhirnya diterima di Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Sejak kuliah, Yanti aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa bela diri Kempo untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga, Klub Selam, hingga program lingkungan seperti penyelaman saintifik, restorasi terumbu karang, dan aksi bersih lingkungan.
Tak hanya itu, ia juga sempat menjadi delegasi Unhas pada Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Bali tahun 2019, setelah menerima pendanaan dari DIKTI untuk penelitian. Pada tahun 2021, sembari bekerja, ia kembali mendapat kesempatan emas: beasiswa Bridging Course dari DIKTI. Program ini memberinya pelatihan menulis esai serta biaya untuk tes IELTS dan TOEFL—syarat penting menuju studi ke luar negeri.
๐๐ฟ๐ฎ๐๐บ๐๐ ๐ ๐๐ป๐ฑ๐๐: ๐๐ฎ๐น๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ ๐๐ฟ๐ผ๐ฝ๐ฎ
Langkah besar Yanti dimulai ketika ia diterima pada Programme Health Management in Aquaculture (AquaH), sebuah program bergengsi yang digagas oleh konsorsium empat universitas Eropa: Ghent University (Belgia), Wageningen University (Belanda), Norwegian University of Science and Technology (Norwegia), dan Universitat Autรฒnoma de Barcelona (Spanyol).
Program ini didukung penuh oleh Uni Eropa melalui beasiswa Erasmus Mundus Joint Master’s Degree (EMJMD)—salah satu beasiswa paling kompetitif di dunia. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan belajar di lebih dari satu universitas Eropa.
Di semester pertama, Yanti menimba ilmu di Ghent University. Pada semester berikutnya, ia memilih spesialisasi Manajemen Kesehatan dan Pencegahan Penyakit pada Ikan di Wageningen University. Pilihan itu sejalan dengan minatnya terhadap isu lingkungan dan perikanan berkelanjutan. Dari situlah, ia berhak menyandang Double Degree dari dua universitas kelas dunia.
๐๐ป๐๐ฒ๐ฟ๐ป๐๐ต๐ถ๐ฝ ๐ฑ๐ถ ๐ฆ๐ฝ๐ฎ๐ป๐๐ผ๐น ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฅ๐ฒ๐ป๐ฐ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐ฆ๐ฏ
Kisah akademik Yanti tak berhenti pada gelar masternya. Selama pendidikan S2, ia menjalani internship di Spanyol. Dari pengalaman itu, ia mendapat kesempatan yang sangat berharga: sebuah perusahaan di sana menawarinya untuk melanjutkan pendidikan S3 dengan beasiswa yang dibiayai langsung oleh perusahaan tersebut.
Namun, Yanti masih mempertimbangkan dengan bijak. Di satu sisi, tawaran itu adalah pintu emas untuk melanjutkan riset dan memperdalam ilmunya. Di sisi lain, ia juga berpikir untuk bekerja terlebih dahulu, sebelum kembali menekuni jalur akademik.
“๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐ ๐ฆ๐ข๐๐ข๐, ๐ก๐๐ค๐๐๐๐ ๐๐ก๐ข ๐๐๐ก๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐ก ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ฆ๐๐๐. ๐๐๐๐ ๐ ๐๐ฆ๐ ๐๐๐ ๐โ ๐๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐โ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ข๐ก๐๐๐ ๐๐ก๐๐ข ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐ข. ๐๐๐๐ข๐ ๐ ๐๐ฆ๐ ๐๐๐ค๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐,” ๐ข๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐โ โ๐๐ก๐.
๐ ๐ถ๐บ๐ฝ๐ถ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ถ๐๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฎ ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ท๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป
Di balik pencapaiannya, perjalanan Yanti tidak selalu mulus. Ia pernah merasa dirinya hanyalah mahasiswa “biasa-biasa saja”. Namun, tekadnya untuk memberi kontribusi pada perikanan berkelanjutan membuatnya terus melangkah. Topik penelitian yang ia pilih, baik di S1 maupun S2, selalu berfokus pada solusi ramah lingkungan—seperti pengembangan bahan aktif alternatif antibiotik dalam pencegahan penyakit budidaya ikan.
Motivasi itu lahir dari kegelisahan melihat kerusakan alam akibat praktik perikanan yang tidak ramah lingkungan di Indonesia. Ia ingin membuktikan bahwa ilmu pengetahuan bisa menjadi jalan menjaga alam, sekaligus menyejahterakan masyarakat.
๐ฃ๐ฒ๐๐ฎ๐ป ๐๐ป๐๐๐ธ ๐๐ฒ๐ป๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐ ๐๐ฑ๐ฎ ๐ ๐ฎ๐บ๐ฎ๐๐ฎ
Ketika ditanya soal pesan untuk generasi muda Mamasa, Yanti dengan rendah hati berkata:
“๐๐๐ฆ๐ ๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ก๐๐ ๐ ๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐ ๐, ๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐-๐๐๐๐ ๐ ๐ ๐๐๐. ๐๐๐๐ข๐, โ๐๐ ๐๐ก๐ข ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐โ ๐๐๐๐๐ข๐๐ก ๐ ๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ข๐๐๐๐ ๐๐ก๐๐ข ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ฆ๐. ๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐๐, ๐ ๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐โ.”
Ia mengingatkan, cinta terhadap tanah kelahiran harus diwujudkan dengan kepedulian dan pengetahuan. “๐ฝ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐โ ๐๐๐๐๐๐ก๐๐ ๐ ๐๐๐๐. ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐ข๐๐ ๐ ๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐ ๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐ก๐ ๐๐๐ฆ๐๐๐๐๐๐. ๐ต๐๐๐ ๐๐๐๐ก ๐๐๐ก๐ ๐ก๐ข๐๐ข๐ , ๐๐ขโ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐ก๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐๐ก ๐ฆ๐๐๐ ๐ ๐๐๐,” ๐ข๐๐๐๐๐ฆ๐.
๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด ๐ธ๐ฒ ๐๐ฎ๐ฏ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐๐ผ๐ฟ๐ถ๐๐บ ๐๐๐ป๐ถ๐ฎ
Kisah Yanti adalah cermin bahwa anak petani dari pelosok Mamasa pun bisa berdiri sejajar dengan mahasiswa internasional. Dari ladang sederhana di Messawa, ia melangkah hingga ke laboratorium riset di Eropa. Dari tangan yang pernah membantu orang tuanya bercocok tanam, kini ia meneliti inovasi untuk menyelamatkan ekosistem perikanan dunia.
๐ท๐๐ ๐๐๐๐ โ๐๐ก๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐โ๐๐๐๐๐, ๐๐โ๐๐๐๐โ ๐ ๐๐๐ข๐โ ๐๐๐ฆ๐๐๐๐๐๐: ๐๐โ๐ค๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐ก๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐๐ ๐๐ ๐๐-๐ข๐ ๐ข๐.
๐ณ๐๐ ๐ด๐ ๐ฉ
