![]() |
| Foto Judi Sabung Ayam berapa tempat yaitu Tallunglipu dan Tondon |
SULSEL --- Praktik perjudian sabung ayam yang semakin marak di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, semakin menimbulkan kekhawatiran. Aktivis dan tokoh masyarakat serta Tokoh Agama setempat menuding bahwa perjudian ilegal ini sangat sulit diberantas karena adanya dugaan keterlibatan oknum polisi yang berperan sebagai beking, serta pembiaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.
John Paul, seorang LSM saat ditemui pada Sabtu Malam, 07 Maret 2025, menegaskan bahwa praktik judi sabung ayam di wilayah Sanggalangi, Tallunglipu, Tondon dan ini hari rencana perbatasan Sa'dan dan Walenrang telah terorganisir dengan sangat baik. Bahkan, ia menduga bahwa sindikat ini bekerja secara terstruktur, dengan adanya pembagian peran yang jelas, seperti penyelenggara, bandar, wasit, hingga polisi yang ikut terlibat sebagai beking. “Mereka bekerja terstruktur. Bahkan ada polisi yang terlibat sebagai beking,” Ungkap John
Menurut John, meskipun perjudian sabung ayam ini berlangsung di tempat terbuka dan bahkan sempat menutup jalan pihak kepolisian tidak mengambil tindakan yang berarti. “Perputaran uangnya sangat besar. Mereka bisa mengendalikan oknum-oknum polisi untuk membeking. Coba lihat saja, mereka menggelar aktivitas judi sabung ayam di tempat terbuka. Bahkan sampai menutup jalan, tapi polisi diam saja,” John menyoroti kebijakan Polres Toraja Utara yang dianggap tidak tegas dalam menangani masalah ini.
John juga menekankan bahwa masyarakat di Toraja Utara sudah kehilangan kepercayaan terhadap Polres Toraja Utara. Ia menyatakan bahwa meskipun masyarakat sudah melaporkan dan berteriak meminta bantuan, polisi tetap tidak bertindak. “Polres Toraja Utara tahu siapa penyelenggaranya, siapa bandarnya, dan siapa yang mengendalikannya, tapi mereka diam saja. Masyarakat sudah teriak, tapi tidak ada tindakan,” ungkap John.
Tuntutan agar Polda Sulsel turun tangan semakin menguat. John meminta agar Polda Sulsel mengusut tuntas oknum-oknum polisi yang terlibat dalam pembekingan judi sabung ayam tersebut. “Termasuk itu penyelenggaranya. Tangkap semua itu. Polres Toraja Utara tahu identitas si bandar itu. Gampang kalau mau ditangkap,” tandas John.
Aktivis Makassar, DG Lira , turut menyesalkan ketidakberdayaan Polres Toraja Utara dalam menangani perjudian sabung ayam. Menurutnya, tindakan represif yang tidak dilakukan oleh pihak kepolisian bisa mengarah pada dugaan keterlibatan aparat yang menjadi bagian dari sindikat tersebut. “Polres Toraja Utara harus diperiksa, termasuk Kapolresnya. Karena itu kan tanggung jawab dia,” ujar Lira.
Penyelenggara judi sabung ayam yang diduga kuat terorganisir ini telah membuat masyarakat resah. Para tokoh masyarakat dan Tokoh Agama pun mendesak agar Polda Sulsel mengusut tuntas jaringan bandar sabung ayam yang semakin mengkhawatirkan ini. Salah satu tokoh pemuda, Rinto, mengungkapkan bahwa Penyelenggara berinisial M alias P.I alias T.T yang mengendalikan kegiatan judi sabung ayam diyakini mengetahui siapa saja oknum aparat yang terlibat. “M bisa membongkar semua, dia tahu siapa-siapa oknum aparat yang terlibat,” ujarnya.
Rinto mengungkapkan bahwa kegiatan judi sabung ayam di Toraja Utara berjalan dengan sangat terstruktur dan terkoordinasi, sehingga tidak mungkin dilakukan tanpa adanya dukungan dari oknum polisi. “Pasti ada koordinasi dengan aparat. Mereka tidak akan berani tanpa ada komunikasi dengan pihak polsek atau Resmob,” terang Rinto.
Kondisi ini menimbulkan keresahan di masyarakat, yang merasa tidak mendapat perlindungan dari pihak kepolisian. Oleh karena itu, banyak pihak yang mendesak agar Propam Polda Sulsel segera turun tangan untuk mengusut tuntas masalah ini, guna menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Red. Anis
