๐ ๐๐ ๐๐ฆ๐ – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sungai Mamasa, Jumat (01/08/2025), Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, memimpin langsung aksi bersih-bersih sungai bersama masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan Jumat bersih yang difokuskan pada upaya pelestarian lingkungan dan pengendalian pencemaran sungai.
Dalam apel pagi sebelum kegiatan dimulai, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian. "๐๐ข๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐โ ๐ ๐ข๐๐๐๐ ๐๐๐๐โ๐๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐ก๐. ๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐ก๐๐๐๐ฆ๐, ๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐ ๐๐ข๐๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐ ๐๐๐ โ๐๐๐ ๐๐๐ ๐ข๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐ข๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐,” ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐โ๐๐๐๐ฆ๐.
Turut hadir mendampingi, Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa serta jajaran OPD terkait, termasuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kapolsek, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Bupati juga menginstruksikan agar tindakan tegas diberikan terhadap pihak-pihak yang masih membuang sampah ke sungai. "๐๐ข๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐๐ก ๐ ๐๐๐๐โ. ๐ต๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐๐๐๐ก ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐ ๐โ ๐๐๐๐๐ข๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐โ ๐๐ ๐ ๐ข๐๐๐๐, ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐...,” ๐ข๐๐๐๐๐ฆ๐.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa praktik membuang sampah ke sungai masih terjadi, terutama dari rumah kos dan bangunan di sekitar bantaran sungai. Saat pembersihan berlangsung, tim menemukan berbagai jenis sampah domestik yang sengaja dibuang langsung ke aliran sungai.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati juga meninjau langsung partisipasi warga di Desa Lambanan. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam menjaga lingkungan. Namun, Kepala Desa Lambanan, Sarlis Pongtiku, mengungkapkan keprihatinannya karena masih ditemukan oknum dari kota Mamasa yang menggunakan mobil plat merah membuang sampah ke sungai di wilayahnya.
“๐๐๐ฆ๐ ๐ ๐ข๐๐โ ๐๐๐๐โ๐๐ก ๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ก๐๐๐ข๐๐๐๐, ๐ ๐๐ฆ๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐ ๐ข๐๐ ๐๐ ๐ต๐๐๐๐ ๐ต๐ข๐๐๐ก๐,” ๐ข๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐ .
Sementara di Kecamatan Rambusaratu, Bupati kembali mengingatkan bahwa upaya pelestarian sungai tidak hanya penting dari sisi lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi. Ia menuturkan bahwa Sungai Mamasa bisa dikembangkan sebagai lokasi wisata arung jeram yang menarik wisatawan jika kebersihannya terus dijaga.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kolektif untuk mengubah perilaku masyarakat dalam menjaga sungai, sebagai bagian dari aset alam dan potensi wisata yang berkelanjutan.(Leo Mdb)
