Berdasarkan informasi Kronologi awal robohnya pohon, akibat angin kencang yang terjadi di wilayah Lembang Balepe Kecamatan Malimbong Balepe, pada pukul 21.00 WIta. Setelah itu disusul hujan angin yang mengakibatkan robohnya pohon hingga menimpa 2 orang dalam rumah.
Korban luka atas nama Mulyana, Umur : 33 Tahun, Jenis Kelamin : Laki-laki, Agama : Islam, Pekerjaan : Buruh Penyadap Getah Pinus, Alamat : Bojong Neros Legok, Kel. Legok, Kec. Bantarkawung, Kab. Brebes
Korban meninggal dunia bernama Dahrun, Umur : Belum diketahui, Jenis Kelamin : Laki-laki, Agama : Islam, Pekerjaan : Buruh Penyadap Getah Pinus, Alamat : Belum diketahui. Identitas lengkap korban yang meninggal belum dapat dipastikan karena korban masih berada di lokasi kejadian dan sementara dalam proses evakuasi dari dalam kawasan hutan.
Adapun identitas Saksi yang dihimpun dilapangan yaitu 1 Sarno (46 Tahun), Laki-laki, Pekerjaan : Swasta, Alamat : Desa Gunung Jaya, Kec. Salem, Kab. Brebes, Saksi 2. Ade, 3. Wiranto, 4. Samsul dan saksi 5. Mulyono identitas lengkap belum diketahui karena masih berada di lokasi kejadian dan sementara melakukan evakuasi korban.
Korban dan saksi yang merupakan pekerja di PT Kencana Hijau sebagai buruh penyadap getah pinus yang berlokasi di Biang, Lembang Balepe, Kecamatan Malimbong Balepe, Kabupaten Tana Toraja.
Para buruh tersebut tinggal sementara di dalam kawasan hutan pinus yang terbagi dalam beberapa kelompok dan menempati gubuk yang jaraknya berjauhan satu sama lain.
Korban 1, Korban 2 dan Saksi 4 tinggal bersama dalam satu gubuk, sementara Saksi 2, Saksi 3 dan Saksi 5 tinggal di gubuk lain yang jaraknya cukup jauh dari lokasi gubuk korban.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari Korban 1, pada saat kejadian dirinya terlebih dahulu tiba di gubuk untuk memasak nasi. Sekitar pukul 16.00 Wita terjadi hujan lebat disertai angin kencang di lokasi hutan tersebut.
Pada saat korban sedang memasak, tiba-tiba sebatang pohon tumbang dan menimpa gubuk tempat korban berada.
Setelah kejadian tersebut korban mengaku tidak lagi mengingat secara jelas kejadian selanjutnya. Korban juga menyampaikan bahwa dirinya belum sempat bertemu dengan rekan kerjanya yang lain pada saat kejadian karena dirinya merupakan orang pertama yang tiba di gubuk untuk memasak nasi.
Selanjutnya saksi lainnya mengetahui kejadian tersebut setelah hujan mulai reda dan kemudian mendatangi lokasi gubuk korban. Setelah itu korban ditemukan dalam keadaan luka dan segera dilakukan pertolongan.
Menurut keterangan Saksi 1 yang mengantar Korban 1 ke rumah sakit, sekitar pukul 16.00 Wita terjadi hujan lebat disertai angin kencang di lokasi tersebut. Setelah hujan berhenti, datang Saksi 5 memberitahukan bahwa Korban 1 dan Korban 2 tertimpa pohon.
Mendengar informasi tersebut, Saksi 1 bersama rekan kerja lainnya segera menuju lokasi gubuk korban yang berjarak sekitar 2 (dua) jam perjalanan. Dalam perjalanan menuju lokasi, Saksi 1 berpapasan dengan Korban 1 yang sedang digendong oleh Saksi 2, Saksi 4 dan Saksi 5.
Karena kelelahan menggendong Korban 1, selanjutnya Saksi 1 mengambil alih untuk membawa Korban 1 menuju RS Fatima Makale guna mendapatkan penanganan medis.
Pada saat itu Saksi 1 sempat menanyakan kondisi Korban 2 dan dijawab oleh saksi lainnya bahwa Korban 2 telah meninggal dunia akibat tertimpa pohon.
Selanjutnya para saksi lainnya kembali ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap Korban 2 yang meninggal dunia.
Setibanya di RS Fatima Makale, Korban 1 langsung mendapatkan penanganan medis dan kondisi korban dipantau langsung oleh Wakapolsek Saluputti, Kanit Intel serta anggota yang hadir.
Adapun perkembangan saat ini sebagai berikut :
• Korban 1 belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih mengalami trauma dan belum sepenuhnya sadar serta masih dalam penanganan medis.
• Korban 2 yang meninggal dunia telah dievakuasi dan sementara dalam perjalanan menuju rumah sakit.
• Lokasi kejadian tidak memiliki jaringan telepon seluler sehingga informasi dari lokasi masih sangat terbatas.
• Saksi 2, Saksi 3, Saksi 4 dan Saksi 5 masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi sehingga belum dapat dimintai keterangannya secara lengkap.
Saat ini personel masih standby di RS Fatima Makale untuk memantau perkembangan kondisi korban.
Redaksi
