MAMASA – Bupati Mamasa Welem Sambolangi meresmikan dimulainya pekerjaan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Public Health Laboratory) Tier 2 Kabupaten Mamasa melalui prosesi peletakan batu pertama, Rabu (13/08/2025). Pembangunan yang berlokasi di Banting, Desa Bombong Lambe’, Kecamatan Mamasa ini menelan anggaran sebesar Rp 12.646.739.000 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1428/Mamasa Letkol Arh Edwin Hermawan, Kapolres Mamasa AKBP Muchlis Nadjar, Kepala Dinas Kesehatan dr. Ratnasari Dewi, anggota DPRD Mamasa Yehezkier dan Darius To’tuan, rohaniawan Pdt. Joni, Konsultan Pengawas PT Gema Teknik Konsultan, serta Direktur CV Cipta Karya Dua Belas selaku pelaksana proyek.
Berdasarkan papan informasi, proyek ini akan dibangun 1 unit gedung bertingkat dua. Peletakan batu pertama diawali doa oleh Pdt. Joni, memohon agar pembangunan berjalan lancar dan dapat menjadi fasilitas strategis dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Mamasa.
Dalam sambutannya, Bupati Welem menegaskan bahwa proyek ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.
“๐ผ๐๐๐๐โ ๐๐๐๐ฆ๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐ก๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐ ๐๐ฆ๐ ๐ก๐๐๐๐๐ก๐๐๐๐๐๐. ๐ต๐๐๐๐๐๐๐ โ๐๐๐ ๐๐๐๐ข, ๐ ๐๐๐ก ๐๐๐๐๐ก ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐พ๐๐พ ๐๐ ๐ฝ๐๐๐๐๐ก๐, ๐ ๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ฆ๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก๐๐ข ๐๐๐๐๐ ๐ข๐๐ ๐๐๐โ ๐พ๐๐พ,” ๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐๐.
Ia menegaskan, keterlibatan KPK dalam pemantauan ini untuk memastikan seluruh tahapan — mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan — berjalan sesuai aturan.
“๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐ก๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐ข๐๐ ๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐ก๐๐๐๐๐ , ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ค๐๐ ๐๐๐ก๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ข๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐๐ก๐๐ ๐๐๐๐ฆ๐๐. ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐ข๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ขโ๐ ๐ ๐ก๐๐๐๐๐,” ๐ก๐๐๐๐ ๐๐ฆ๐.
Diketahui bahwa Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di tingkat kabupaten, yang juga dikenal sebagai Labkesmas Tier 2, memiliki beberapa fungsi penting. Fungsi utamanya adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan laboratorium kesehatan yang berkualitas, mendukung surveilans penyakit dan faktor risiko kesehatan berbasis laboratorium, membangun kesiapsiagaan laboratorium dalam menghadapi kejadian luar biasa (KLB) dan bencana, serta memberikan dukungan teknis dan bimbingan kepada Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya di tingkat kabupaten. Selain itu, Labkesmas juga berperan dalam pengujian sampel, analisis data laboratorium, dan komunikasi dengan pemangku kepentingan.
Dengan dibangunnya Laboratorium Kesehatan Masyarakat Tier 2 ini diharapkan menjadi pusat pengujian dan analisis kesehatan yang memadai, termasuk untuk mendukung program deteksi dini penyakit menular dan pengendalian kesehatan lingkungan. Keberadaan fasilitas ini juga akan memperkuat kapasitas layanan kesehatan di Mamasa tanpa harus bergantung pada laboratorium luar daerah.(*/Leo)
